Apakah #SayangUangnya?

Gerakan #SayangUangnya sebenarnya berangkat dari keprihatinan terhadap pola hidup konsumerisme yang semakin digandrungi di masyarakat terutama kalangan millennial. (Kelahiran 1980 – 2000’s).

Mau tahu lebih banyak soal #SayangUangnya dan fakta menarik tentang bagaimana orang Indonesia menghabiskan uang mereka?

Download e-Book
  • Membeli produk karena iming-iming hadiah.
  • Membeli produk karena kemasannya menarik.
  • Membeli produk sekadar untuk menjaga penampilan diri dan gengsi.
  • Membeli produk yang kamu inginkan, padahal sebernarnya tidak perlu.
  • Membeli baju baru karena lagi jadi trend di sekitar.
  • Memakai produk yang iklannya dibintangi oleh idolamu.
  • Makan di tempat - tempat kekinian meskipun mahal.
  • Berpikir bahwa dengan membeli produk yang mahal rasa percaya dirimu akan meningkat.
  • Mencoba lebih dari dua produk sejenis (merek berbeda).
  • Uang jajan / gajianmu selalu habis sebelum tanggal tua dan nggak pernah bisa nabung.

Konsumerisme adalah sebuah paham yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan proses konsumsi secara berlebihan, lebih dari yang sebenarnya dibutuhkan.

  • 28% masyarakat Indonesia memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan [Kadence International Indonesia, 2015]

  • Kelompok masyarakat dengan pendapatan lebih rendah cenderung lebih konsumtif daripada kelompok masyarakat dengan pendapatan lebih tinggi.

  • Konsumerisme terbesar terjadi di produk fashion dan entertainment.

Melawan Konsumerisme

Salah satu caranya adalah dengan mempraktekan frugalisme.

#SayangUangnya Itu Penting!

Manfaat yang bisa kita dapat dengan mengikuti gerakan ini?

Memiliki Tabungan Lebih

1

Less Stress!

2

More Time For Things That Matters

3

Jadi lebih bijak.

4